Rabu, 15 Maret 2017

I'm Coming Back!

I'm Coming Back! - Selamat pagi, siang dan malam semuanya... Hampir dua tahun saya tidak blogging di sini... Mungkin banyak blogger atau pengunjung lainnya yang bertanya-tanya, apakah saya sendiri sudah berhenti blogging di sini? Atau pindah ke blog lain? Atau malah berhenti blogging selama-lamanya, sama seperti beberapa blogger terkenal lainnya?

Tidak, tidak. Saya pribadi masih menyukai dunia blogging, SEO, desain blog, dan tips trik blogging lainnya. Terkadang, di tengah-tengah kesibukan saya yang kini sudah duduk sebagai mahasiswa, saya suka meluangkan waktu sebentar hanya untuk berkunjung ke blog sebelah, atau mencari berita tentang SEO.

Singkatnya, saya tidak vakum dari dunia blogging. Postingan ini menandai kembalinya saya ke blog ini, untuk membersihkan debu-debu yang ada, dan kembali memanjakan pengunjung blog ini... Akhir kata, happy blogging!

Read More >>

Minggu, 03 Juli 2016

Cara Mengatasi Redirect Blogger (blogspot.com ke blogspot.co.id)

Cara Mengatasi Redirect Blogger (dari blogspot.com menjadi blogspot.co.id)-Selamat pagi, siang dan malam semuanya... Mungkin sobat blogger pernah mengamati kejadian berikut. Saat Anda masuk ke blog Anda, mendadak url blog berubah menjadi berakhiran .blogspot.co.id. Padahal, Anda sangat yakin bahwa Anda mengetikkan url dengan akhiran .blogspot.com. Ada apa ini?
Itu tandanya Anda sedang diarahkan (redirect) menuju domain negara tempat Anda mengakses blog (Indonesia). 'Fitur' redirect pada blog berbasis Blogger ini akan secara otomatis mengalihkan URL blog sesuai dengan kode Top-Level Domain (TDL) negara asal si pengunjung. Contoh lainnya, pengunjung dari Portugal yang mengakses blog saya akan diarahkan menuju xxpc123xx.blogspot.pt (.pt adalah kode TDL di negara Portugal. Di Indonesia, kode TDL-nya adalah .co.id)
Untuk Blogger yang ingin tahu domain yang sering di-redirect otomatis oleh Blogger antara lain :
India [blogspot.in], Australia [blogspot.com.au], UK (Inggris) [blogspot.co.uk], Jepang, [blogspot.jp], New Zealand (Selandia Baru) [blogspot.co.nz], Canada (Kanada) [blogspot.ca], Jerman [blogspot.de], Italia [blogspot.it], France (Perancis) [blogspot.fr], Sweden (Swedia) [blogspot.se], Spain (Spanyol) [blogspot.com.es], Portugal [blogspot.pt], Brazil [blogspot.com.br], Argentina [blogspot.com.ar], Mexico (Meksiko) [blogspot.mx], dan negara tercinta kita, Indonesia [blogspot.co.id].
Untuk mencegah redirect domain blogspot ini, para blogger dapat menggunakan fungsi NCR. NCR (No Country Redirect) merupakan fungsi yang bertugas mencegah Blogger melakukan redirect dari .blogspot.com menuju blogspot.co.id, atau domain blogspot yang lain.
Mungkin ada yang bertanya, pentingkah penggunaan fitur NCR pada blog? Apa pengaruhnya (terutama pada SEO Blog)?
Menurut saya, jika fitur ini tidak diaktifkan, Google dan mesin pencari lainnya dapat mengindeks kedua blog. Misalnya, blog saya memiliki alamat xxpc123xx.blogspot.com. Saat seseorang mencari artikel di google.com (internasional), blog saya akan tampil dengan alamat xxpc123xx.blogspot.com. Tapi, jika ada yang mencari artikel yang sama di google.co.id (Indonesia), blog saya akan tampil dengan alamat xxpc123xx.blogspot.co.id. Jika artikel yang dicari sama, Google dapat menyangka ada duplikasi konten antara kedua blog. Siap-siap saja salah satu dari kedua blog terkena penalti.
Tapi, analisa diatas masih praduga saya saja. Sejauh ini saya belum pernah mengalami, atau mendapatkan kasus seperti diatas. Jadi, terus terang, fitur ini belum saya aktifkan.
Ada 2 cara yang bisa dilakukan untuk memasang fungsi NCR pada Blogger. Diantaranya dengan menggunakan Javascript, atau dengan menggunakan akhiran /ncr pada url.
Cara Pertama : Dengan Menggunakan Javascript
1. Buka Blogger.com, lalu login menuju akun Anda.
2. Masuk ke bagian Template.
3. Backup template blog terlebih dahulu, lalu lanjutkan dengan mengklik tombol Edit HTML.
4. Tekan tombol CTRL+F, lalu cari kode </head>
5. Pastekan kode berikut diatas kode </head>.
<script type='text/javascript'>
var str=window.location.href.toString();if("-1"==str.indexOf(".com/")){var str1=str.substring(str.lastIndexOf(".blogspot."));if("-1"==str1.indexOf("/"))var str2=str1;else var str2=str1.substring(0,str1.indexOf("/")+1);window.location.href=window.location.href.toString().replace(str2,".blogspot.com/ncr/")}
</script>
5. Lalu, klik Simpan Template.
Cara Kedua : Dengan Menggunakan Akhiran /ncr
Sobat Blogger dapat menggunakan akhiran /ncr pada url blog untuk mencegah redirect url blog otomatis ini. Berikut ini contoh penggunaanya.
http://xxpc123xx.blogspot.com/ncr
http://xxpc123xx.blogspot.com/ncr/2015/01/.komentar.spam.ciri.dampak.cara.atasinya.html
http://xxpc123xx.blogspot.com/ncr/2014/12/buatpasang.ucapan.terimakasih.dibawah.komentar.html
Intinya sobat Blogger cukup menambahkan akhiran /ncr pada url blog Anda (namablog.blogspot.com/ncr). Tentunya, cara kedua ini rasanya agak merepotkan bila dibandingkan dengan cara pertama. Tapi, jika Anda tidak ingin mengubah template blog, cara ini boleh dicoba.
Bagaimana? Mudah bukan? Sedikit informasi, untuk sobat Blogger yang menggunakan Google AdSense, sebaiknya jangan menggunakan kode ini, karena Google AdSense dapat memblokir akun Anda. Terima kasih, selamat mencoba dan salam Blogger! Tolong pula di share apabila bermanfaat!
Artikel ini diposting dengan menggunakan aplikasi Blogger for Android, sehingga mungkin beberapa bagian terlihat kurang rapi. Penulis mohon maaf atas ketidanyamanannya. Blogger for Android akan saya bahas di posting berikutnya, mulai dari cara menggunakannya, sampai kekurangan dan kelebihannya.
Read More >>

Jumat, 02 Januari 2015

Ciri, Dampak dan Cara Mengatasi Komentar SPAM

Ilustrasi Komentar SPAM (gambar tidak terlihat? Klik kanan tulisan ini, lalu pilih 'Reload Image!'
Ciri – Ciri, Dampak dan Cara Mengatasi Komentar SPAM – Komentar spam. Sebelum menulis posting ini, saya sempat menghapus sebuah komentar spam di blog saya. Isinya kurang lebih promosi obat kuat. Saya yakin, hampir semua blogger sering (atau minimal pernah) mendapat komentar spam. Menurut Wikipedia, komentar spam merupakan komentar sampah yang ditujukan bukan untuk menanggapi posting atau artikel yang bersangkutan, melainkan untuk tujuan lain. Misalnya, untuk mencari traffic, meningkatkan posisi blog di mesin pencari, mencari follower (untuk pengguna Twitter), atau pada intinya untuk mempromosikan sesuatu yang diinginkan oleh spammer. Namun, ada juga yang bertujuan lebih buruk daripada itu. Misalnya untuk melakukan penipuan, atau menyebarkan malware (virus).

Komentar spam tidak hanya dilakukan di Blogger. Kegiatan spamming dapat dilakukan di mana saja, semisal Facebook, Twitter, SMS, BBM, forum, dan berbagai media lainnya. Komentar spam di blog berkembang seiring dengan perkembangan teknologi blogging. Mulai tahun 2003, kegiatan spamming semakin berkembang semenjak makin banyaknya pengguna software blogging seperti Movable Type (sebuah software blogging yang cukup terkenal pada masa itu). Spamming yang dilakukan tidak jauh berbeda dengan kegiatan spamming sekarang, yaitu berkomentar yang tidak penting, dan meninggalkan link. Tentu saja, aksi spamming ini mendorong developer software untuk membuat software penangkal spam. Dan lucunya, para spammer pun tidak mau kalah. Mereka juga membuat software yang digunakan untuk melawan software penangkal spam.

Ciri – Ciri Komentar SPAM

Eits! Sebelumnya, apakah Anda sudah tahu, bagaimana sebuah komentar dapat layak dikatakan sebagai spam atau tidak?  Jika Anda belum mengetahuinya, Anda mungkin dapat menggunakan beberapa patokan berikut.
  1. Menggunakan kata kunci / keyword sebagai pengganti nama
Secara pribadi, berkomentar dengan cara ini dapat meningkatkan backlink blog. Namun, terkadang spammer menggunakan metode ini. Biasanya spammer akan menggunakan nama yang berkaitan dengan keyword / kata kunci mereka (via Name / Url). Misalnya, obat pembesar p***
  1. Berkomentar sebaris dan umum
Kadang – kadang ada saja visitor blog yang berkomentar seperti ini : “Mantap Gan!” “Thanks Gan!” “Bagus infonya Gan”, dan berbagai Gan – Gan yang lain. Terkadang, komentar yang dibuat tidak nyambung dengan posting yang dikomentari. Jujur saja, saya juga sering menggunakan teknik ini, hehehe.
  1. Menyisipkan alamat website pada komentar
Metode yang satu ini juga sering digunakan. Biasanya berisi permintaan untuk melakukan kunjungan balik ke sebuah blog / website.
  1. Berkomentar di banyak post, tetapi dengan isi yang (mungkin) sama
Salah satu ciri komentar spam adalah orang (atau komentator) yang namanya sama, berkomentar di banyak posting, dan terkadang isinya sama juga.
  1. Komentar out of topic (OOT)
Bahasa Indonesianya : Komentar tidak nyambung! Spammer sering kali membuat komentar yang tidak berhubungan dengan posting blog. Misalnya, posting membahas tentang widget blog, komentarnya tentang togel. 

Setelah berkenalan dengan komentar spam, mari kita lihat, apa dampak negative, dan dampak positif dari komentar spam.

Dampak Negatif Komentar SPAM

1.     Membuat pembaca terganggu. Tentu saja, pembaca akan merasa terganggu apabila ada banyak komentar spam, yang tidak berhubungan dengan posting blog yang bersangkutan.
2.     Memperlambat waktu loading blog. Semakin banyak komentar, semakin lama waktu loading sebuah blog. Tentu tidak masalah apabila komentar tersebut berisikan tanggapan untuk posting Anda. Namun, akan menjadi masalah apabila komentar tersebut adalah komentar spam.
3.     Membuat blogger menjadi sibuk, karena harus menghapus komentar yang tidak penting. Walaupun terkesan sepele, saya pernah mendengar ada blogger yang menghabiskan waktu berjam – jam hanya untuk menghapus komentar spam.
4.     Membuat kredibilitas blogger turun. Banyak sedikitnya komentar spam di blog dapat digunakan sebagai indikator, apakah bloggernya peduli pada blog mereka atau sebaliknya.
5.     Menurunkan reputasi di mesin pencari. Google sangat membenci komentar spam. Mereka memiliki analisis yang sangat baik, untuk membedakan, mana komentar spam dan mana yang tidak. Tidak hanya spammer saja yang akan merasakan dampak negatifnya, namun pemilik blog juga akan merasakan dampaknya. Dampaknya dapat berupa penurunan rangking blog, baik di Google maupun di search engine lainnya.
5 saja saya rasa sudah cukup. Lalu, apa dampak positifnya?

Dampak Positif Komentar SPAM

Memang, mungkin Anda menganggap komentar spam hanya akan berdampak buruk bagi blog Anda. Namun, ada dampak positifnya. Komentar spam dapat meningkatkan pengunjung blog Anda.
 
Mungkin Anda bertanya : Kok bisa?

Alasanya cukup sederhana. Spammer yang ingin melakukan aksinya tentu harus berkunjung ke blog Anda. Kunjungan ini tentu saja dihitung sebagai kunjungan biasa, atau dengan kata lain masuk dalam traffic counter. Selain itu, komentar spam juga dapat menyadarkan sang pemilik blog agar dapat mengurus blognya dengan baik.

Cara Mengatasi

Ada banyak hal yang dapat Anda lakukan untuk memberantas komentar spam. Dikutip dari berbagai sumber, berikut ini beberapa cara yang dapat dicoba :

1.     Gunakan fitur moderasi (moderate) komentar. Dengan fitur ini, komentar yang masuk tidak akan terbit, sampai Anda menyetujuinya.
2.     Gunakan fitur captha. Saat membuat komentar, user akan diminta untuk mengetik ulang kata yang ada pada gambar tertentu. Jika benar, komentar akan diterbitkan. Captha sangat efektif untuk mencegah spammer yang beraksi dengan software, namun masih dapat ditembus aksi spamming yang dilakukan secara manual.
3.     Hapus pilihan Anonymous dan Name/URL pada kolom komentar. Menurut saya, pilihan ini mungkin dapat Anda jadikan pilihan terakhir. Mengapa saya katakana begitu? Dengan dihapuskannya fitur Name / URL dan Anonymous, pengunjung akan diwajibkan untuk login sebelum membuat komentar. Tentu ini akan menyulitkan mereka.
4.     Nofollowkan link yang ada pada kotak komentar. Sebenarnya, pada banyak template blogger, atribut nofollow sudah otomatis ditambahkan dalam kotak komentar. Jika perlu, Anda dapat memasang script yang dapat mematikan link pada komentar secara otomatis.
5.     Terakhir, sering – seringlah membaca komentar yang ada di blog Anda. Segera hapus jika ada yang terkategori komentar spam.

Kolom komentar merupakan media yang dapat diibaratkan seperti pisau : di satu sisi bermanfaat, namun di sisi lain berbahaya. Jika digunakan secara baik – baik, komentar dapat menjadi media interaksi antar blogger. Namun, jika tidak, komentar justru dapat menjadi bumerang yang dapat merugikan kedua belah pihak, baik pelempar maupun yang dilemparinya. Happy Blogging, and say goodbye to spam!
Read More >>